KAMPIUN.ID – Minat para siswi untuk menjadi pesepakbola putri terus meningkat, terutama di kawasan Solo Raya. Buktinya, ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 2 2025/26 dikuti 1.618 peserta dari 90 sekolah.
Turnamen sepak bola putri yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini berlangsung mulai tanggal 10 hingga 15 Februari 2026. Seri Solo digelar di Lapangan Sepak Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar.
1.618 siswi dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) terbagi ke dalam 64 tim kelompok umur (KU) 10 dan 85 tim KU 12.
Partisipasi para siswi dari Kota Solo dan sekitarnya menunjukkan tren yang positif. Tahun lalu, pada MLSC Solo 2025 14-18 Mei 2025, diikuti 1.016 siswi.
Kemudian pada MLSC Solo Seri 1 2025/26 pada 28 Oktober hingga 2 November 2025 meningkat signifikan menjadi 1.736 siswi yang ambil bagian. Sementara di seri ini, sebanyak 1.618 peserta berpartisipasi, yang menunjukkan antusiasme peserta yang tetap terjaga.
Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge Solo Maya Susmita mengatakan, para putri Solo tak kehilangan motivasi dan menyurutkan ambisi untuk menjadi calon pemain sepak bola wanita handal masa depan Indonesia.
“Saya rasa banyak talenta putri Solo yang mulai lebih terlihat. Ambisi mereka untuk memenangi setiap pertandingan menunjukkan keseriusan para siswi untuk berlatih dan berkembang di dunia sepak bola. Melalui ajang MLSC ini mereka menemukan motivasi yang dibarengi dengan usaha yang cukup besar entah itu berlatih di sekolah sepak bola (SSB) atau menambah jam latihan. Apalagi untuk masuk dalam radar talent scouting untuk memperkuat tim All Stars Solo membutuhkan standar kriteria yang cukup tinggi. Jadi mereka harus benar-benar menunjukkan kemampuan mereka pada seri ini,” ucap Maya, Sabtu (14/2).
Salah satu peserta MLSC Solo Seri 2 yang konsisten menunjukkan perkembangan kemampuan mengolah ‘si kulit bundar’ di lapangan hijau adalah Lourinda Divya Tera Avantika, siswi kelas 5 MIN 9 Sragen yang diposisikan sebagai sayap kiri.
“Aku sudah ikut MLSC sejak kelas 4 di KU 10 dan sekarang di KU 12. Awalnya waktu pertandingan sepak bola merasa sulit tapi aku tidak menyerah. Aku terus berlatih di rumah bersama kakak dan ayah, aku juga ikut SSB. Sekarang aku tidak merasa kesulitan dan lebih percaya diri menghadapi lawan. Aku bertekad untuk mengejar cita-citaku sebagai pemain timnas Indonesia, aku akan rajin berlatih,” kata Tera.

Bola Kota Barat dan Lapangan Banyuanyar Solo, Jawa Tengah, pada 10-15 Februari 2026. Tak
kurang 1.618 siswi ikut berpartisipasi dalam turnamen sepak bola putri yang digagas oleh Bakti
Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife tersebut. Foto: MLCS/Djarum Foundation
Format pertandingan yang digunakan dalam MilkLife Soccer Challenge di setiap kategori usia adalah 7 vs 7. Tak hanya turnamen, MilkLife Soccer Challenge 2025/26 juga menyelenggarakan Festival SenengSoccer untuk KU 8.
Festival ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa gembira dan menyukai permainan sepak bola dengan menyasar usia yang lebih dini (6–8 tahun). Pada MLSC Solo Seri 2 2025 – 2026, Festival SenengSoccer diikuti oleh 89 peserta dari 26 SD dan MI.
MilkLife Soccer Challenge juga menghadirkan Skill Challenge sebagai bagian dari rangkaian kompetisi. Skill Challenge menjadi elemen penting dalam MilkLife Soccer Challenge yang wajib diikuti oleh seluruh tim terdaftar.
Kompetisi ini terdiri dari lima gim dengan jadwal yang telah disusun secara terstruktur dan mempertimbangkan kondisi pemain.Skill Challenge yang meliputi lima uji ketangkasan mulai dari 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target.
Sama seperti perhelatan tahun sebelumnya, muara setelah digelar dua seri di 12 kota akan bergulir MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah pada Juni 2026. Kejuaraan tersebut mempertemukan talenta-talenta terbaik dari setiap kota penyelenggaraan, hasil kurasi sepanjang turnamen bergulir.
