KAMPIUN.ID – Pemain anyar PSIM Jogja, Jop van der Avert, berbicara mengenai debutnya dalam laga melawan Persik Kediri di Gelora Joko Samudro, Jumat (13/2). Momen ini juga ditandai sebagai laga pertama Jop di Liga Indonesia.
“Tentu saja ini pertandingan pertama, jadi saya rasa saya perlu membiasakan diri dengan sepak bola Indonesia. Semuanya berjalan lancar dan saya mulai terbiasa dengan cuacanya,” ujar Jop di laman resmi klub.
Meskipun baru merasakan atmosfer pertandingan secara langsung, Jop mengaku telah lama memperhatikan perkembangan sepak bola di Indonesia.
“Saya banyak menonton pertandingan karena teman-teman saya juga bermain di Indonesia, jadi saya melihat beberapa laga, tapi selalu berbeda jika Anda sendiri yang berada di lapangan,” tuturnya.
Jop memberikan apresiasi terhadap kualitas kompetisi di Indonesia yang menurutnya terus mengalami peningkatan. Baginya, kehadiran banyak pemain asing menjadi nilai tambah yang memudahkan proses interaksi di dalam tim.
“Saya rasa liga ini sedang berkembang, jadi menurut saya itu hal yang sangat bagus. Saya rasa di sini lebih baik karena tim punya lebih banyak pemain asing, jadi saya bisa berkomunikasi dengan lebih mudah,” ungkap Jop.
Terkait proses adaptasi di luar teknis pertandingan, pemain kelahiran 11 Mei 2000 ini merasa sangat nyaman dengan lingkungan barunya.
“Semuanya berjalan lancar. Saya mulai terbiasa dengan cuacanya. Lingkungannya menyenangkan, jadi ya, saya merasa sangat baik,” jelas Jop.
Cuaca panas Indonesia yang sering menjadi kendala bagi pemain asing justru dinikmatinya dengan sangat baik.
“Saya suka saat cuaca panas, jadi saya bukan pemain untuk cuaca dingin,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan terbesar setiap pemain baru adalah proses mengenal seluruh anggota tim yang ada. Namun, faktor cuaca panas di Indonesia tetap dianggapnya sebagai aspek paling menonjol yang harus dihadapi oleh setiap pemain.
“Hal yang sulit itu selalu ketika Anda datang ke tim baru untuk mengenal semua orang. Tapi khususnya di Indonesia dengan cuacanya, saya rasa itu hal (tantangan) terbesar,” pungkas Jop.
