Persiraja Banda Aceh kembali menggelar sesi latihan setelah mendapat jatah libur selama sepekan pasca laga pekan ke-12 Pegadaian Championship 2025/26. Namun, tidak semua pemain dapat hadir karena sebagian masih berada di wilayah yang terdampak banjir besar di Aceh.
Salah satu kabar menggembirakan datang dari gelandang Persiraja, Muammar Khadafi. Setelah lima hari tanpa komunikasi dengan keluarganya di Idi, Aceh Timur, akibat terputusnya jaringan telekomunikasi, Khadafi akhirnya dapat bertemu langsung dengan mereka pada Selasa (2/12).
“Alhamdulillah saya sudah bertemu dengan keluarga di Aceh Timur, semua dalam keadaan sehat. Tapi rumah rusak berat dan tanah masuk ke dalam rumah, perabotan tidak bisa dipakai lagi,” ujar Khadafi.
Sebelumnya, pemain berusia 27 tahun itu mengaku diliputi kecemasan karena tidak dapat menghubungi anak, istri, maupun keluarganya selama berhari-hari. Jaringan komunikasi di Aceh Timur dilaporkan lumpuh total setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut.
“Seluruh Aceh Timur tidak ada jaringan. Bahkan lokasi pengungsian keluarga pun saya tidak tahu,” ungkapnya sebelum akhirnya pulang ke kampung halaman untuk memastikan kondisi keluarga.
Banjir besar yang terjadi dalam hampir satu pekan terakhir merendam ribuan rumah, memutus akses transportasi, mengisolasi sejumlah desa, dan merusak fasilitas listrik serta jaringan telekomunikasi di beberapa titik di Aceh. Akibatnya, banyak warga, termasuk keluarga para pemain Persiraja lainnya, sempat kesulitan memberikan kabar.
Setelah memastikan keluarganya dalam keadaan selamat, Khadafi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada jajaran manajemen, staf pelatih, para pemain, serta pendukung Persiraja atas perhatian dan doa yang diberikan.
“Terima kasih atas doa dan dukungan teman-teman semua. Hari ini saya kembali ke Banda Aceh untuk kembali berlatih bersama tim,” ujarnya.
