
KAMPIUN.ID – Pelatih PSIM Jogja, Jean Paul van Gastel, mengapresiasi semangat juang anak asuhnya setelah sukses menahan imbang Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim Padang, Rabu (4/3) malam.
Ia menilai, Laga tanpa gol tersebut berjalan seimbang saat awal laga. Namun, ia menyoroti perubahan taktik timnya pascainsiden kartu merah Fahreza Sudin.
“Saya rasa sampai terjadinya kartu merah, permainannya seimbang. Jika Anda mendapat kartu merah maka, jalannya pertandingan berubah,” ungkap Van Gastel di laman resmi klub.
Kehilangan satu amunisi membuat tim pelatih harus segera memutar otak untuk mengambil keputusan taktis menjaga keseimbangan tim. Van Gastel langsung merespons situasi tersebut dengan rotasi formasi pertahanan.
“Kami mencoba untuk menutup ruang karena kita kalah jumlah satu pemain. Jadi Anda mencoba untuk membuat blok pertahanan rendah,” jelasnya.
Dengan hasil ini, Van Gastel mengapresiasi semangat juang anak asuhnya dalam laga kali ini.
“Dan saya mengagumi tim saya atas semangat juang yang kita tunjukkan. Jadi kita tidak hanya bisa bermain cukup baik, tetapi kita juga punya semangat juang,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Kita sudah menunjukkannya di pertandingan melawan Bali dan Biak dan semua pertandingan di mana kita tertinggal satu, dua, atau bahkan tiga gol. Jadi, saya rasa bagi kami ini terasa sedikit seperti, sebuah kemenangan.”
Senada dengan sang pelatih, Riyatno Abiyoso, winger andalan PSIM Jogja tersebut memberi penghargaan kepada rekan satu timnya yang berhasil menuntaskan laga malam ini dengan baik.
“Apresiasi juga untuk semua rekan atas perjuangan maksimal mempertahankan poin malam ini. Kita patut bersyukur bisa mendapat poin di kandang lawan,” ucapnya.